h1

Apakah pemilihan kata mencerminkan sifat kita?

June 13, 2008

Apakah benar bahwa pemilihan kata dalam penulisan ataupun percakapan menggambarkan sifat sesorang? Jika benar, maka sungguh sedih sekali menjadi bangsa Indonesia.

Mengapa?  Coba kita googling dalam bahasa Indonesia dan catat hasil pencariannya terhadap kata-kata dibawah ini dan bandingkan hasilnya dengan lawan katanya.

-pria, -laki-laki, -jantan, -wanita, -perempuan, -betina;
-baik, -buruk;
-besar, -kecil;
-banyak, -sedikit;
-kanan, -kiri;
-buka, -tutup;
-hidup, -mati;
-atas, -bawah;
-depan, -belakang;
-positif, -negatif;
-panjang, -pendek;
-tinggi, -rendah;
-mahal, -murah;
-naik, -turun;
-selamat, -celaka;
-aman, -bahaya;
-cepat, -lambat;
-terang, -gelap;
-awal, -akhir;
-luar, -dalam;
-baru, -lama;
-dunia, -akhirat;

kesimpulannya adalah =

Bangsa Indonesia ternyata lebih menyukai “dunia” “baru” dibanding “akhirat” yang berisi “wanita” yang “buruk”, tapi ter”tutup”.

Dengan gaya hidup yang “negatif”, berorientasi ke “atas”, dan suka melakukan hal-hal di “belakang”, dalam keadaan “terang”.

Namun mencintai segala sesuatu yang “murah”, “rendah” dan “turun”.

Meskipun “hidup” dalam “bahaya” percaya bahwa baik di”awal” maupun di”akhir” akan selalu “selamat”.

Selain itu juga menyukai sesuatu yang “besar”, “panjang”, “sedikit” ke “kanan”, “cepat” dan “dalam”. :)

h1

Analogi FOSS

June 2, 2008

Ada sebuah analogi yang menarik tentang open source yang ditulis oleh Abdul Hair (AH) di artikelnya berjudul “Free/Open Source Software (FOSS) Untuk Kemandirian Bangsa“.

artikel ini memenangkan kompetisi menulis blog untuk acara IGOS Summit 2

Beliau memudahkan kita untuk membedakan antara open source software, freeware, not free open source software, dan proprietary sotfware.

AH juga menyebut bahwa FOSS bukan sebuah alternatif, namun solusi cerdas demi kemandirian bangsa Indonesia. Pendapat serupa pernah juga saya dengar dari seseorang (saya lupa namanya, jadi kita sebut saja “sang praktisi”) di sebuah talkshow dimana dihadiri oleh perwakilan BSA. Sang praktisi tersebut menolak penggunaan alternatif bagi open source software (sebuah istilah yang sudah sering kita). Menurut dia, OSS adalah sebuah keharusan, sedangkan proprietary adalah sebuah alternatif…

Kita gunakan dulu yang gratisan (gratisan sebagai default.. lha wong kita miskin jeh…). Kalo gratis gak ada yang bagus, baru kita pakai / beli produk proprietary.

h1

belajar hack

June 2, 2008

beberapa hari lalu saya iseng goggling tentang hacking.. hasilnya sebuah website yang sangat menarik..

coder.web.id sebuah website yang mengatasnamakan dirinya komunitas hacker indonesia (indonesian hacking community). website ini menyediakan sebuah tutorial tentang hacking langsung terhadap live website, yaitu dirinya sendiri…

katanya sih, dulu.. udah ada website serupa yaitu www.boleh-hacking.com, tapi sekarang sudah tutup..

website ini sangat inovatif, tidak hanya menggabungkan praktek dengan teori, namun juga sangat interaktif dimana pengguna bisa saling berbagi ilmu lewat forum yang disediakan.

namun pada sisi lain, juga sangat provokatif.. gimana nggak, pengguna diminta untuk menghack situs milik orang lain untuk dapat naik pangkat (istilah mereka ranking dan medals)

ingin mencoba??

h1

open vs proprietary

June 2, 2008

mengapa open source software harus dipertentangkan dengan proprietary software?

terus terang ini bukan gerakan anti-microsoft ataupun anti-bill gates. dan juga ini bukan pertentangan antara linux vs microsoft. karena siapa tahu bill gates berubah pikiran untuk meng”open sources”kan microsoft???

namun sebenarnya adalah mempertentangkan antara kubu open source dengan proprietary. sebuah pertentangan yang pasti tidak akan ada ujungnya.. mirip dengan pertentangan antara paham sosialis dengan paham kapitalis.. antara kiri dengan kanan

(oh ya, saya baru kenal dengan istilah copyleft vs copyright dari pak kusmayanto kardiman. copyleft sebenarnya adalah gerakan untuk membebaskan hak intelektual. left bukan berarti kiri, namun bisa saja berasal dari kata leave [meninggalkan]. paham ini menganut bahwa intelektual adalah sebuah anugerah / “gift”. sangat tidak adil kalo anugerah itu cuma dinikmati dan dikuasai oleh segelitir orang. sebaliknya copyright jelas menganut bahwa kemampuan intelektual itu berhak untuk dikuasai)

Saya sangat setuju dengan pak Adi Sasono, bahwa pemilihan open source software bukan semata pilihan ekonomis dan teknis, tetapi merupakan sebuah pilihan ideologis dan politik.

ketika kita memutuskan untuk menggunakan FOSS dan meninggalkan proprietary software, berarti kita memilih untuk menentang drakula kapitalisme yang menyedot darah rakyat sampai habis…

berarti kita bersedia untuk saling berbagi, dan saling menghormati… bukan kah ini yang dulu dikatakan sebagai sifat masyarakat indonesia… saling berbagi karena untuk mendapatkan free open source software adalah gratis dan siap untuk ikut mengembangkan. saling menghormati karena tidak ada pembajakan produk, pembajakan karya kreatifitas dan selalu memberikan apresiasi kepada si pengembang

h1

oleh oleh dari IGOS Summit 2

June 2, 2008

Cukup banyak juga nih oleh-oleh dari IGOS Summit 2..

Depkominfo membagi banyak cd:

  1. edubuntu 8.04 (add-on version)
  2. PCLinuxOS 2007
  3. Kubuntu 8.04 (desktop version)
  4. Ubuntu 8.04 (desktop version)
  5. Ubuntu Muslim edition 7.10 (desktop version) 2 CD
  6. BlankOn 3 Lontara
  7. IGOS nusantara DwiWarna (1 liveCD, 1 Repo, 1 Installer)

Selain itu Depkominfo juga membagi sebuah paket “Keamanan Sistem Informasi II” yang berisi 5 buku + 5 CD, dengan judul :

  1. tutorial interaktif keamanan web server menggunakan IPv6
  2. tutorial interaktif instalasi komputer forensik menggunakan aplikasi open source
  3. tutorial interaktif instalasi intrution prevention system (IPS) berbasis open source
  4. tutorial interaktif implementasi media streaming server berbasis open source
  5. tutorial interaktif sistem keamanan & instalasi Voip menggunakan session initiation protocol (SIP)

Ristek memberikan 1 paket buku panduan pendayagunaan open source software yang berisi 8 buku dengan judul:

  1. Aplikasi Perkantoran OpenOffice.org (OpenOffice.org Productivity Suite)
  2. Bahasa Pemrograman Open Source (Open Source Programming Language)
  3. Perangkat Lunak Bebas & Open Source (Free/Open Source Software)
  4. RDBMS: MySQL (Relational Database Management System : MySQL)
  5. Konfigurasi Server Linux
  6. Aplikasi Untuk Server
  7. Petunjuk Instalasi IGOS Nusantara
  8. CMS, CRM dan ERP

Sedangkan dari sponsor acara IGOS Summit 2, Sun Microsystem membagikan OpenSolaris starter kit yg berisi : opensolaris source code, langkah langkah instalasi distribusi OpenSolaris, perbandingan OpenSolaris dengan operating system lainnya, Solaris Express Comunity Edition (Sun Studio Tools, NetBean, StarOffice), LiveCD Nexenta, LiveCD Belenix, LiveCD Schillix)

banyak banget ya…

kalo saja kang onno mau bagi-bagi wajanbolic sebagai sovenir… he..he..he.. (tapi gimana bawanya ya.., mosok ganteng-ganteng nenteng wajan di bis)

h1

IGOS…

June 2, 2008

I Support IGOS Summit 2

Perkenalan saya pertama dengan IGOS terjadi tahun lalu, ketika mengunjungi counter Gudanglinux di ITC Kuningan. Ada sebuah paket distro (2 CD= 1 liveCD, 1 CD instalasi) dengan nama IGN (Igos Nusantara) berwarna biru dengan bendera merah putih berkibar…

Distro apa nih dg lambang Sang Saka? Nasionalis banget nih distro..

Ternyata IGN itu distro yg dibuat pemerintah (BPPT) yg sepertinya berbasis fedora..
Cukup menarik distro ini…
Tapi yang paling menarik adalah niatan pemerintah dalam penggunaan FOSS (free open sources software). Kemudian menjadi tanda tanya besar di benak saya, apakah ini adalah awal kebijakan pemerintah untuk meninggalkan proprietary software? ataukan ini hanya euforia sporadis dari lembaga yg tertarik dengan FOSS?

Rasa penasaran itu membuat saya mendaftar pada acara IGOS Summit 2 sebagai peserta.
Setidaknya itu yang menjadi alasan saya memasang image “I support IGOS Summit 2″