Apakah benar bahwa pemilihan kata dalam penulisan ataupun percakapan menggambarkan sifat sesorang? Jika benar, maka sungguh sedih sekali menjadi bangsa Indonesia.
Mengapa? Coba kita googling dalam bahasa Indonesia dan catat hasil pencariannya terhadap kata-kata dibawah ini dan bandingkan hasilnya dengan lawan katanya.
-pria, -laki-laki, -jantan, -wanita, -perempuan, -betina;
-baik, -buruk;
-besar, -kecil;
-banyak, -sedikit;
-kanan, -kiri;
-buka, -tutup;
-hidup, -mati;
-atas, -bawah;
-depan, -belakang;
-positif, -negatif;
-panjang, -pendek;
-tinggi, -rendah;
-mahal, -murah;
-naik, -turun;
-selamat, -celaka;
-aman, -bahaya;
-cepat, -lambat;
-terang, -gelap;
-awal, -akhir;
-luar, -dalam;
-baru, -lama;
-dunia, -akhirat;
kesimpulannya adalah =
Bangsa Indonesia ternyata lebih menyukai “dunia” “baru” dibanding “akhirat” yang berisi “wanita” yang “buruk”, tapi ter”tutup”.
Dengan gaya hidup yang “negatif”, berorientasi ke “atas”, dan suka melakukan hal-hal di “belakang”, dalam keadaan “terang”.
Namun mencintai segala sesuatu yang “murah”, “rendah” dan “turun”.
Meskipun “hidup” dalam “bahaya” percaya bahwa baik di”awal” maupun di”akhir” akan selalu “selamat”.
Selain itu juga menyukai sesuatu yang “besar”, “panjang”, “sedikit” ke “kanan”, “cepat” dan “dalam”. ![]()


